Monday, September 2, 2013

Outbound Gelombang 2 : Padamu Negeri Kami Berjanji...

Outbound, kata yang biasa didengar oleh kalangan masyarakat. Terutama orang – orang yang gemar sekali dalam berpetualangan. Outbound adalah bahasa inggris yang terdiri dari dua kata, yaitu out dan bound. Out berarti luar dan bound berarti batas, berarti kita semua akan diperlakukan diluar batas kemampuan kita. Kami prasmulyan, terutama Kelompok 39 atau Burung Hantu. Telah mengikuti outbound, yaitu pada gelombang kedua yang dilaksanakan pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2013. Pada outbound ini, kami dikatakan akan dites dalam segala bidang. Mental, fisik dan bahkan kepintaran kami. Dan terutama solidaritas kami sebagai kelompok dan angkatan 2013.



Pada hari pertama, kami sudah harus berkumpul di kampus Prasetiya Mulya BSD pada jam 5 pagi. Dan tentu saja kami dari rumah harus berangkat lebih awal. Ada yang berangkat pada jam 4 pagi, ada yang berangkat pada jam 2, dan oleh karena takutnya terlambat untuk berangkat pada pagi hari itu. Ada juga anak yang menahan tidurnya atau tidak tidur sama sekali. Mungkin karena tidak ingin mengecewakan tim mereka apabila mereka telat bangun. Dan tentu saja, ada yang terlambat oleh karena hal – hal tertentu. Dan ada pula yang tidak bisa hadir dalam outbound gelombang kedua ini oleh karena sakit. Anak – anak yang sakit tersebut harus mengikuti outbound pada tahun berikutnya atau bahkan kerja social disekitar kampus tersebut.

Pada jam 5, kami sudah mulai berjejeran menunggu teman – teman sekelompok mereka masing – masing. Selagi menunggu, datanglah tronton angkatan laut, darat, dan sebagainnya untuk mengangkut kami dan mengantarkan kami kepada tujuan yang akan dituju. Sekitar jam 05.45 pagi hari, kami berangkat ke jatiluhut – tujuan outbound kami-. Dan sampai ditujuan sekitar pertrngahan siang dan pagi hari. Setelah kami sampai, tronton kami digedor dan kami semua dipaksa turun secepat mungkin untuk berbaris. Setelah selesai berbaris diterik matahari yang panas tersebut, kami dibimbing oleh GI atau singkatan yang diberikan kepada Pembina outbound tersebut untuk berjalan ke tempat peristirahatan kami selama disana.

Pada hari itu kami diajarkan untuk tegas dalam berbaris, memakan makanan yang cukup agar tidak membuang – buang makanan, dan menghormati orang – orang yang lebih tua dari kita atau yng biasa dikatakan dengan senior. Mereka mengajarkan disiplin pada kami agar kami siap bertempur di kalangan kampus nanti, mereka menginginkan kami – anak didik mereka selama tiga hari, dua malam – untuk semangat dalam kuliah mereka masing – masing setelah keluar dari kegiatan outbound tersebut. Dan oleh karena keteledoran angkatan kami dan terutama peserta outbound gelombang kedua, kami peserta gelombang kedua harus diceburkan atau direndam di dalam Waduk Jatiluhur pada tengah malam yang sangat gelap.

Pada saat itu kami mengenakan pelampung dan diperlihatkan contoh di depan mata kami, yaitu sebuah api yang menyala. Dimana bila tertiup oleh angin, ia akan mengikuti arah tiupan tersebut dan lama kelamaan akan padam. Mereka juga menyuruh kami untuk membaca sumpah pemuda dan menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai simbol ikrar kami untuk terus bekarya bagi bangsa, dengan disaksikan oleh langit, bumi, dan bahkan kakak kelas dan pembimbing kami selama disana.

Setelah itu, kami memasuki hari kedua yaitu business day yang sangat menantang. Kami diuji dalam empat hal pada hari itu, yaitu rowing, hiking, games dan bahkan rappelling. Dalam hari itu kami harus menyelesaikan hal – hal tersebut, yang dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore, dan bila kami berhasil menyelesaikan hal – hal tersebut . Kami berarti berhasil mengumpulkan points agar dapat membuat maket yang akan dilaksanakan pada malam harinya. Dan dengan lancarnya tim 39 atau Burung Hantu telah menyelesaikan semua tantangan tersebut. Dan pada saat malam hari, kami sudah membuat maket kami dengan menggunakan points yang telah kami kumpulkan. Pengerjaan maket tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar karena antar grup hanya berusahanya menyelesaikan maketnya masing-masing dan tidak mau saling membantu satu sama lain.

Pada esok harinya, kami terpaksa harus bangun jam 2 pagi dan berkumpul untuk melaksanakan apel atau upacara dan membereskan penglengkapan kamu. Kami disuruh untuk berangkat dengan seksama menuju tujuan kami berikutnya, yaitu pedesaan Kenalagi. Untuk melaksanakan satu kegiatan sebelum kami kembali ke kampus kami, yaitu membuat saluran untuk pedesaan mereka agar warga disana tidak kehabisan air atau terlanda musibah tersebut lagi. Dan kami harus  bekerja sama mencari pipa – pipa tersebut di suatu tempat yang telah ditentukan persembunyiannya. Dan kami pun berhasil mendapatkan dua bagian pipa pada detik terakhir.

Dihari itu, mulai terasahlah kekompakan kami sebagai satu tim, satu gelombang outbound dan bahkan sebagai satu angkatan. Sebelum kami pulang, kami melaksanakan upacara atau apel kami yang terakhir disana. Dan pada saat itu, lodestar kami – kak Irene Giatro - diberikan gelar yang cukup membanggakan. Yaitu lodestar terbaik. Kami merasa lega dan bahagia setelah ini, oleh karena kami diperbolehkan pulang untuk beristirahat didalam bus dan yang pastinya nanti dirumah kami masing - masing.



Banyak sekali yang kami dapat dari outbound ini dan semuanya bisa dirangkum dengan baik dalam 4Cs values Prasetiya Mulya. Competence : kami diajarkan berbagai skills baru seperti navigasi darat, turun tebing, dll. Terlebih lagi kami diajak untuk berfikir kreatif dalam memecahkan segala masalah yang sedang kami hadapi. Character : kami belajar bagaimana cara bersikap saat menghadapi situasi yang tidak bisa kami elakkan. Contribution : kami belajar untuk saling berkontribusi untuk sesama Prasmulyan dan juga untuk bekerja sama untuk membantu masyarakat Indonesia pada umumnya. Connectivity : kami diajak untuk saling mengenal dan dapat saling bahu membahu dalam memecahkan suatu masalah.


Kesan dan pesan kami : tradisi outbound harus terus dilaksanakan untuk Prasmulyan di tahun-tahun yang akan datang karena values yang ingin ditanamkan sangatkan dalam, tentu dengan berbagai perbaikan-perbaikan baik dalam sini teknis maupun program.

No comments:

Post a Comment