Kegiatan IP yang ke-8 ini adalah IP yang paling menyenangkan
dan berharga bagi kami -angkatan 2013 dan kelompok 39- alami selama ini.
Kegiatan IP kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 September 2013. Mengapakah
IP kali ini beda dengan IP yang lain pada biasanya ?, karena kami bermain dalam
games. Yaitu berupa “Tresure Hunt”. Tresure Hunt adalah kegiatan atau permainan
yang pada saat itu, kami -angkatan 2013-
dibagi menjadi 10 kelompok besar. Dan kami kelompok 39 menjadi kelompok besar
yang terdiri dari kelompok 36 hingga 42. Dan nama kelompok kami adalah kelompok
Budi Handuk. Dalam kegiatan ini, kami banyak melaksanakan kegiatan yang
berhubungan dengan kerjasama, komunikasi, menyusun strategi, mengenal
lingkungan di sekitar kami dan juga sejarah Prasetiya Mulya Business School.
Kami diajarkan hal – hal tersebut agar kami menjadi manusia yang berbobot dan
matang.
Kegiatan
ini diawali dengan briefing sejenak, serta pembagian kelompok – kelompok besar
yang dipecah menjadi 10 kelompok besar. Yang dimana satu kelompok terdiri dari
7 sub kelompok peserta IP. Kelompok tersebut dibagikan atau dipecah di lapangan
olahraga kampus Prasetiya Business School, BSD. Setelah briefing berlalu, kami
mengetahui bahwa terdapat 10 pos berbeda untuk setiap kelompok harus mungunjungi
dan melakukan hal aktifitas disana. Dan untuk setiap posnya diberikan waktu 30
menit per kelompok untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas di pos tersebut
agar dapat melanjutkan ke post berikutnya. Untuk lokasi setiap posnya, kami
tidak diberikan arah. Tetapi melainkan kata kunci atau clue yang akan membantu
kami menemukan post tersebut. Dan petunjuk kami adlah “T.P.A.P.M.B.S” atau yang bisa di renggangkan menjadi “Tempat Pembuangan Akhir Prasetiya Mulya
Business School”. Pada saat jam 9 tepat pagi hari, kegiatan pun dimulai.
Pada post pertama kelompok Budi Anduk, yang
ternyata terletak persis di sebelah lapangan olahraga dan juga terletak didekat
“Tempat Pembuangan Akhir Prasetiya Mulya
Business School”. Setelah itu kami di instruksikan untuk bermain games,
yaitu memungut sampah – sampah telah diletakkan tersebar dan meletakkannya di
tong sampah yang telah disediakan. Untuk setiap sampah yang dikumpulkan, kami
mendapatkan poin dan bila kami melewati garis batas yang telah ditentukan, maka
kami mendapat pengurangan poin. Agar membuat game ini lebih menarik, dari
setiap sub kelompok terdiri satu orang tuli, satu orang bisu, dan sisanya
menjadi orang buta. Orang bisu bertugas melihat para orang buta dan memberi
arahan tanpa kata kepada si tuli, dan si tuli yang bertugas untuk menerjemahkan
arahan si bisu menjadi instruksi verbal tanpa melihat para orang – orang
yang berperan dalam si buta. Para orang buta bertugas untuk mendengarkan arahan
yang diberikan si tuli dan memungut sampah – sampah yang berserakan dan
menaruhnya di tong sampah yang disediakan tanpa melihat sama sekali. Games ini
memiliki nilai moral. Yaitu untuk bisa berkomunikasi dengan baik, fokus dalam
mendengarkan arahan, dan juga agar kami dapat mengatur sebuah tugas dengan baik
dan benar.
Pada post ke-dua, kami diberi clue pada post
sebelumnya. Yaitu “paling dekat dengan
dapur” yang ternyata terletak di parkiran belakang dapur kantin kampus
Prasetiya Mulya, BSD. Di post tersebut, kami diinstruksikan untuk dapat
menggunakan semua barang – barang yang kami miliki kecuali perlengkapan IP.
Yang terdiri dari kardus, nametag, dan tas sandang untuk di letakkan dibawah
lapangan yang telah ditentukan dan dapat membentuk garis lurus sepanjang
mungkin dalam waktu yang singkat. Games ini terdiri dari 2 ronde, ronde pertama
adalah agar setiap kelompok untuk membuat garis secepat mungkin agar mencapai
lokasi para Lodestar berdiri atau batas, dan ronde kedua adalah agar membuat
garis sepanjang mungkin dalam kurun waktu yang ditentukan. Games ini melatih
kita untuk dapat menyusun strategi dengan sebaik mungkin, memanfaatkan waktu,
dan asset atau barang - branag yang kami punya sedemikan rupa agar mencapai
hasil yang maksimal.
Pada post ke-tiga, kami diberi clue pada post
sebelumnya. Yaitu, “disinilah semuanya
berawal” yang terletak pada lobi utama kampus kami. Di pos ini, kami
bermain dan harus menyelesaikan games berupa perahu koran. Sebelum memulai,
untuk setiap kelompok diberikan 3 lembar koran yang akan dipakai sebagai alas
dan kami harus bisa memanfaatkan koran tersebut untuk bisa mencapai garis
finish tanpa mengeluarkan kaki kami dari koran tersebut. Dan juga, Koran
tersebut tidak boleh rusak atau robek. Dan bila terjadi pelanggaran maka kami
sekelompok diharuskan untuk mengulang dari check point yang terakhir kami lalui.
Disini kami belajar, untuk dapat memanfaatkan sebaik mungkin kerjasama kami dan
mengikuti aturan yang berlaku. Dalam keadaan apaun.
Di post ke-empat, kami diberikan clue pada post
sebelumnya. Yaitu, “terdiri dari 6 warna,
dan terdapat penunjuk waktu” yang ternyata adalah kantin kampus kami.
Disana, kami bermain games. Yaitu menebak lagu. Instruksi bermainnya adalah
untuk setiap orang dalam kelompok berganti – gentian secara bergiliran untuk memperagakan
dengan gerakan -tanpa melakukan komunikasi verbal- . dan anggota kelompok yang
lain harus menebak judul lagu yang diberikan oleh Lodestar tersebut. Disini
diperbolehkan untuk melewatkan beberapa lagu apabila tidak dapat ditebak. Kelompok
pertama yang berhasil menebak 25 lagu dengan benar menjadi pemenangnya. Disini,
kami belajar untuk bisa mengerti satu sama lain lebih baik, dan juga mengetahui
pengetahuan umum dan sebagainya.
Untuk post ke-lima, kami diberikan clue pada post
sebelumnya. Yaitu “no backpack, no
slippers” yang terletak di depan perpustakaan kampus. Di post ini kami
melakukan aktifitas, dengan instruksi setiap anak harus mengurutkan angka
berganti – gantian secara berkelompok dengan posisi melingkar. Dengan syarat,
setiap angka kelipatan 3 dan angka yang mengandung angka 3 untuk diganti dengan
meneriakkan “dor”. Bila terjadi kesalahan, maka kami diharuskan mengurutkan
ulang dari angka 1. Dalam kegiatan ini, kami dilatih untuk fokus dan
konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan yang mengakibatkan kefatalan.
Untuk post ke-enam, kami diberi clue pada post
sebelumnya. Yaitu, “sebuah telur dengan
kapasitas 450 orang” yang merupakan auditorium kampus. Disini kami
bermain “Circle with Hand” yang
mengharuskan kami untuk membuat lingkaran sebesar mungkin dengan bergandengan
tangan antar sub kelompok dengan syarat. Pertama, tangan kanan kami bergandengan
dengan orang diseberang kami. Dan tangan kiri bergandengan dengan orang selain
yang diseberang kami, dan setelah itu berusaha melebar membuat lingkaran besar
tanpa melepas jabatan tangan satu sama lain. Disini kami belajar untuk bisa
menyusun strategi dengan baik dan berpikir sebelum bertindak.
Sebelum memasuki post ke-tujuh, kami diberikan
waktu istirahat selama kurang lebih 45 menit. Dan untuk memasuki post ke-tujuh
kami diberikan clue atau petunjuk. Yaitu, “terletak
di lantai 3 dan bisa menyatu dengan ruangan di sebelah kanan dan kiri”. Yang
merupakan ruang kelas pada lantai 3. Disana kami bermain kuis cerdas cermat dan
pertanyaan yang ditanyakan adalah pertanyaan – pertanyaan yang terkait mengenai
hal – hal yang berhubungan dengan S1 Prasetiya Mulya. Disana, kami belajar
untuk mengenal lebih baik lingkungan kami.
Sebelum memasuki post ke-delepan kami diberikan clue.
Yaitu, “dapat bertanya apa saja ke saya,
dari jadwal sampai janji dengan FM”. Yang terletak di depan ruang
Administrasi kampus kami. Disini kami diberikan waktu untuk menghafal biodata
teman – teman sub kelompok kami, yang dimana nanti akan diberikan runtutan
pertanyaan secara acak mengenai biodata anggota sub kelompok kepada
setiap anggota sub kelompok sisanya. Disini kami belajar untuk dapat mengenal
lingkungan kami, yang dimulai dari lingkungan yang paling terkecil. Yaitu, sub
kelompok kami. Burung Hantu atau kelompok 39.
Untuk post yang ke-sembilan, kami diberikan clue.
Yaitu, “opera”. Yang terletak di
lapangan area diantara Hadi Budiman dan kantin. Di post ini, kami
diinstruksikan untuk mengangkat ember berisi air dengan menggunakan tali rafia
yang disediakan. Tetapi, hanya boleh menggunakan satu tangan setiap orangnya
dan tanpa membuat simpul atau ikatan pada ember tersebut. Pada pos tersebut kami
belajar tentang penyusunan strategi yang baik, dan juga komunikasi antar kelompok
yang baik dan benar. Dan akhirnya, Burung Hantu juara satu.
Sebelum post terakhir yaitu post ke-sepuluh kami
diberikan clue. Yaitu, “terdapat 3 awan
oranye”. Yang merupakan Hadi Budiman hall. Disana kami bermain games yang
mirip dengan acara televise “Eat Bulaga”.
Disitu disediakan berbagai kategori berbeda untuk setiap sub kelompoknya. Dari
game ini kami banyak belajar bahwa pentingnya komunikasi dan pengetahuan umum,
serta pentingnya berpikir sebelum bertanya atau berbicara atau berkomunikasi.
“Treasure Hunt” ini adalah kegiatan IP yang paling seru dari kegiatan IP yang lain,
serta memberikan pelatihan kepada kami, agar kami dapat kerjasama,
berkomunikasi, konsentrasi, mengenal sesama Prasmulyan, mengetahui pengetahuan umum, serta semua
hal – hal positif yang akan kelak berguna dalam meningkatkan kualitas diri kami
masing – masing dan membantu kehidupan kami dalam dunia perkuliahan di
Prasetiya Mulya Business School.
Terima Kasih Prasetiya Mulya!