Sunday, September 8, 2013

TREASURE HUNT - SO FUN!

          Kegiatan IP yang ke-8 ini adalah IP yang paling menyenangkan dan berharga bagi kami -angkatan 2013 dan kelompok 39- alami selama ini. Kegiatan IP kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 September 2013. Mengapakah IP kali ini beda dengan IP yang lain pada biasanya ?, karena kami bermain dalam games. Yaitu berupa “Tresure Hunt”. Tresure Hunt adalah kegiatan atau permainan yang pada saat itu, kami  -angkatan 2013- dibagi menjadi 10 kelompok besar. Dan kami kelompok 39 menjadi kelompok besar yang terdiri dari kelompok 36 hingga 42. Dan nama kelompok kami adalah kelompok Budi Handuk. Dalam kegiatan ini, kami banyak melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kerjasama, komunikasi, menyusun strategi, mengenal lingkungan di sekitar kami dan juga sejarah Prasetiya Mulya Business School. Kami diajarkan hal – hal tersebut agar kami menjadi manusia yang berbobot dan matang.
Kegiatan ini diawali dengan briefing sejenak, serta pembagian kelompok – kelompok besar yang dipecah menjadi 10 kelompok besar. Yang dimana satu kelompok terdiri dari 7 sub kelompok peserta IP. Kelompok tersebut dibagikan atau dipecah di lapangan olahraga kampus Prasetiya Business School, BSD. Setelah briefing berlalu, kami mengetahui bahwa terdapat 10 pos berbeda untuk setiap kelompok harus mungunjungi dan melakukan hal aktifitas disana. Dan untuk setiap posnya diberikan waktu 30 menit per kelompok untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas di pos tersebut agar dapat melanjutkan ke post berikutnya. Untuk lokasi setiap posnya, kami tidak diberikan arah. Tetapi melainkan kata kunci atau clue yang akan membantu kami menemukan post tersebut. Dan petunjuk kami adlah “T.P.A.P.M.B.S” atau yang bisa di renggangkan menjadi “Tempat Pembuangan Akhir Prasetiya Mulya Business School”. Pada saat jam 9 tepat pagi hari, kegiatan pun dimulai.
Pada post pertama kelompok Budi Anduk, yang ternyata terletak persis di sebelah lapangan olahraga dan juga terletak didekat “Tempat Pembuangan Akhir Prasetiya Mulya Business School”. Setelah itu kami di instruksikan untuk bermain games, yaitu memungut sampah – sampah telah diletakkan tersebar dan meletakkannya di tong sampah yang telah disediakan. Untuk setiap sampah yang dikumpulkan, kami mendapatkan poin dan bila kami melewati garis batas yang telah ditentukan, maka kami mendapat pengurangan poin. Agar membuat game ini lebih menarik, dari setiap sub kelompok terdiri satu orang tuli, satu orang bisu, dan sisanya menjadi orang buta. Orang bisu bertugas melihat para orang buta dan memberi arahan tanpa kata kepada si tuli, dan si tuli yang bertugas untuk menerjemahkan arahan si bisu menjadi instruksi verbal  tanpa melihat para orang – orang yang berperan dalam si buta. Para orang buta bertugas untuk mendengarkan arahan yang diberikan si tuli dan memungut sampah – sampah yang berserakan dan menaruhnya di tong sampah yang disediakan tanpa melihat sama sekali. Games ini memiliki nilai moral. Yaitu untuk bisa berkomunikasi dengan baik, fokus dalam mendengarkan arahan, dan juga agar kami dapat mengatur sebuah tugas dengan baik dan benar.

          Pada post ke-dua, kami diberi clue pada post sebelumnya. Yaitu “paling dekat dengan dapur” yang ternyata terletak di parkiran belakang dapur kantin kampus Prasetiya Mulya, BSD. Di post tersebut, kami diinstruksikan untuk dapat menggunakan semua barang – barang yang kami miliki kecuali perlengkapan IP. Yang terdiri dari kardus, nametag, dan tas sandang untuk di letakkan dibawah lapangan yang telah ditentukan dan dapat membentuk garis lurus sepanjang mungkin dalam waktu yang singkat. Games ini terdiri dari 2 ronde, ronde pertama adalah agar setiap kelompok untuk membuat garis secepat mungkin agar mencapai lokasi para Lodestar berdiri atau batas, dan ronde kedua adalah agar membuat garis sepanjang mungkin dalam kurun waktu yang ditentukan. Games ini melatih kita untuk dapat menyusun strategi dengan sebaik mungkin, memanfaatkan waktu, dan asset atau barang - branag yang kami punya sedemikan rupa agar mencapai hasil yang maksimal.

          Pada post ke-tiga, kami diberi clue pada post sebelumnya. Yaitu, “disinilah semuanya berawal” yang terletak pada lobi utama kampus kami.  Di pos ini, kami bermain dan harus menyelesaikan games berupa perahu koran. Sebelum memulai, untuk setiap kelompok diberikan 3 lembar koran yang akan dipakai sebagai alas dan kami harus bisa memanfaatkan koran tersebut untuk bisa mencapai garis finish tanpa mengeluarkan kaki kami dari koran tersebut. Dan juga, Koran tersebut tidak boleh rusak atau robek. Dan bila terjadi pelanggaran maka kami sekelompok diharuskan untuk mengulang dari check point yang terakhir kami lalui. Disini kami belajar, untuk dapat memanfaatkan sebaik mungkin kerjasama kami dan mengikuti aturan yang berlaku. Dalam keadaan apaun.

          Di post ke-empat, kami diberikan clue pada post sebelumnya. Yaitu, “terdiri dari 6 warna, dan terdapat penunjuk waktu” yang ternyata adalah kantin kampus kami. Disana, kami bermain games. Yaitu menebak lagu. Instruksi bermainnya adalah untuk setiap orang dalam kelompok berganti – gentian secara bergiliran untuk memperagakan dengan gerakan -tanpa melakukan komunikasi verbal- . dan anggota kelompok yang lain harus menebak judul lagu yang diberikan oleh Lodestar tersebut. Disini diperbolehkan untuk melewatkan beberapa lagu apabila tidak dapat ditebak. Kelompok pertama yang berhasil menebak 25 lagu dengan benar menjadi pemenangnya. Disini, kami belajar untuk bisa mengerti satu sama lain lebih baik, dan juga mengetahui pengetahuan umum dan sebagainya.

          Untuk post ke-lima, kami diberikan clue pada post sebelumnya. Yaitu “no backpack, no slippers” yang terletak di depan perpustakaan kampus. Di post ini kami melakukan aktifitas, dengan instruksi setiap anak harus mengurutkan angka berganti – gantian secara berkelompok dengan posisi melingkar. Dengan syarat, setiap angka kelipatan 3 dan angka yang mengandung angka 3 untuk diganti dengan meneriakkan “dor”. Bila terjadi kesalahan, maka kami diharuskan mengurutkan ulang dari angka 1. Dalam kegiatan ini, kami dilatih untuk fokus dan konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan yang mengakibatkan kefatalan.

          Untuk post ke-enam, kami diberi clue pada post sebelumnya. Yaitu, “sebuah telur dengan kapasitas 450 orang” yang merupakan auditorium kampus.  Disini kami bermain “Circle with Hand” yang mengharuskan kami untuk membuat lingkaran sebesar mungkin dengan bergandengan tangan antar sub kelompok dengan syarat. Pertama, tangan kanan kami bergandengan dengan orang diseberang kami. Dan tangan kiri bergandengan dengan orang selain yang diseberang kami, dan setelah itu berusaha melebar membuat lingkaran besar tanpa melepas jabatan tangan satu sama lain. Disini kami belajar untuk bisa menyusun strategi dengan baik dan berpikir sebelum bertindak.

          Sebelum memasuki post ke-tujuh, kami diberikan waktu istirahat selama kurang lebih 45 menit. Dan untuk memasuki post ke-tujuh kami diberikan clue atau petunjuk. Yaitu, “terletak di lantai 3 dan bisa menyatu dengan ruangan di sebelah kanan dan kiri”. Yang merupakan ruang kelas pada lantai 3. Disana kami bermain kuis cerdas cermat dan pertanyaan yang ditanyakan adalah pertanyaan – pertanyaan yang terkait mengenai hal – hal yang berhubungan dengan S1 Prasetiya Mulya. Disana, kami belajar untuk mengenal lebih baik lingkungan kami.

          Sebelum memasuki post ke-delepan kami diberikan clue. Yaitu, “dapat bertanya apa saja ke saya, dari jadwal sampai janji dengan FM”. Yang terletak di depan ruang Administrasi kampus kami. Disini kami diberikan waktu untuk menghafal biodata teman – teman sub kelompok kami, yang dimana nanti akan diberikan runtutan pertanyaan  secara acak mengenai biodata anggota sub kelompok kepada setiap anggota sub kelompok sisanya. Disini kami belajar untuk dapat mengenal lingkungan kami, yang dimulai dari lingkungan yang paling terkecil. Yaitu, sub kelompok kami. Burung Hantu atau kelompok 39.

          Untuk post yang ke-sembilan, kami diberikan clue. Yaitu, “opera”. Yang terletak di lapangan area diantara Hadi Budiman dan kantin. Di post ini, kami diinstruksikan untuk mengangkat ember berisi air dengan menggunakan tali rafia yang disediakan. Tetapi, hanya boleh menggunakan satu tangan setiap orangnya dan tanpa membuat simpul atau ikatan pada ember tersebut. Pada pos tersebut kami belajar tentang penyusunan strategi yang baik, dan juga komunikasi antar kelompok yang baik dan benar. Dan akhirnya, Burung Hantu juara satu.

          Sebelum post terakhir yaitu post ke-sepuluh kami diberikan clue. Yaitu, “terdapat 3 awan oranye”. Yang merupakan Hadi Budiman hall. Disana kami bermain games yang mirip dengan acara televise “Eat Bulaga”. Disitu disediakan berbagai kategori berbeda untuk setiap sub kelompoknya. Dari game ini kami banyak belajar bahwa pentingnya komunikasi dan pengetahuan umum, serta pentingnya berpikir sebelum bertanya atau berbicara atau berkomunikasi.

          “Treasure Hunt” ini adalah kegiatan IP yang paling seru dari kegiatan IP yang lain, serta memberikan pelatihan kepada kami, agar kami dapat kerjasama, berkomunikasi, konsentrasi, mengenal sesama Prasmulyan,  mengetahui pengetahuan umum, serta semua hal – hal positif yang akan kelak berguna dalam meningkatkan kualitas diri kami masing – masing dan membantu kehidupan kami dalam dunia perkuliahan di Prasetiya Mulya Business School.


Terima Kasih Prasetiya Mulya!

No comments:

Post a Comment